sebuah kata yang tak bisaku sampaikan

Kamu bagaikan mutiara yang Hanya bisa aku sukai Yang  tak akan Mampu ku miliki, 

Jika aku Memandang mu sekilas Rasa nya Jantungku Berdenyut Lebih Kencang aku tak tau apa yang terfikirkan, Malu, Takut, Atau pun Senang, Bukannya Aku Lebay  Ini Memang Kenyataan Yang ku Rasakan.

Ingin ku jabat kan tangan dengan mu dan mengucapkan “Minal Aidzin Wal Faidzin“. Tapi Tak Akan Mampu tangan ini melambaikan telapak tanganya Bagaikan Patung yng tak Bisa Bergerak.
Aku Hanya Bisa Melihat Mu dari Jarak Antara 1 meter Melihatmu Bahagia.

Udah Hampir 5 Tahun Tapi Aku tetap Seperti Yang dulu Masih Menyukaimu Rasa Yang Tak Bisa Hilang Dari Hati ini. 

Aku Kadang Juga Bosan,Bingung  Dengan Perasaan ini Tapi Apalah Daya Aku Hanya Bisa Menyimpannya Tak Mampu ter Ungkap. Biarlah Allah Yang Mengatur Segalanya. Allah Yang Bolak Balikan Hati. 

Lebaran 2017

Takbir Keliling

Menghibau Para Teman-Teman Yang akan Diadakan Takbir Keliling Desa Pungpungan.

Dari Tim “PARABADAG” Sejak Dulu Belum Pernah Diadakan Takbir Keliling Desa. Mungkin Dimulai Dari Sekarang Generasi “PARABADAG” Yang di kordinasi oleh “Paijo” (Cak Rouf) Yang Baru Pulang Dari Surabaya ( Mudik ) telah Memberi Pencerahan Pada Generasi Baru Dengan Semangatnya Untuk Mengkordinasi Diadakannya Takbir Keliling Bersama Demi Meramaikan Desa.  

Dia Berkata “Nak Golek Hadiah ae Kapan Ngramekne Desamu” …..?????

Dan Menggagalkan Acara Takbir Keliling Di Dukoh Bilo Yang Hadiahnya Menggiurkan yaitu 3 Ekor Kambing, Dan Tim “PARABADAG” Menyetujui nya. 

Urung Wahaye Maen Nok Bilo”  

Telah Di sepakati Semua Tim “PARABADAG”  Besok Pagi Habis Sholat Jum’atan Diadakan Kumpul Bersama Guna Pembahasan Takbir Keliling Dan Menyediakan Perlengkapan Yang Dibutuhkan ,

 Semoga Acara Takbir Keliling Yang akan Dilaksananakan Diberi Ke Sukses Amin….. 

Tim “PARABADAG” 

Pungpungan, 23 Juni 2017

Sendang katur Desa Wonopuro

“Sendang Katur Yang terletak di dukoh Wonopuro Desa Katur”

Konon ceriata dan asal usul masih mengambang. Abaikan saja…….. yang pasri warisan nenek moyang 

 Sendang ini yang terkenal gak pernah kehabisan air saat di masa musim kemarau panjangpun. Suasana Adem yang alami Keindahan  Pohon Besar Yang meng hiasi “Belik” atau tempat air Yang menambah Akan keindahan sekitarnya Tapi Agak terlihat “angker

Rutinan tahunan pun masih berjalan setahun sekali diadakan, yang di kenal dengan “Manganan” lebih jelasnya tumpengan Jajan-Jajan Dan Lain-Lain. Yang di Hadiri Warga Setempat.

Mengenang Masa Kecilku Dulu , Mungkin udah hampir 8 Tahun Saya Gak pernah Mandi Di Tempat Ini, 

Dahulu di saat masa Kecilku Sendang katur inilah Tempat ku Bermain, Tempat Mandi Bersama para anak-anak Desaku, Tempat Mencari ikan, Dan belut, Yang di sediakan Alam sekitar 

Di saat Bulan Ramadhan Tempat ini lah sasaran Berkumpul, para pemuda desa Pada ribut Cari Tempat Tidur yang Nyaman Di Bawah-Bawan Pohon Besar, Biar Panas yng Menyengat jika Kita Berada Di tempat ini Akan terasa sejuk Nyaman dengan suasana yang Exsotis, Masih Alamai Tanpa Campur Tangan Manusia 

Sudah dulu ya Ceritanya Malah Bikin Penasaran Saja heheheh……

Selasa 20 Juni 2017

GLATI BERSIH FESTIFAL UKLIK BOJONEGORO 2017 

Hari ini Tim “PARABADAG” Melaksanakan Glati Bersih Acara Festifal Uklik Bojonegoro 2017.

Yang di pimpim Oleh. Ayah Afis (Jemblong),Sholikin (Haeng), Genyun (Jumali),para petua-petua Tim “PARABADAG“, 

 penetapan lagu Dan penambahan lagu Telah di sepakati “Lir Iler” “Bambang Suling ” “Praulayar”  Itulah Lagu Yang Akan di nyanyikan Tim. 

Pemesanan sepanduk Pun Sudah Jadi di pajang Adi Dan Teman-Teman

Semoga Dengan Kekompakan Tim “PARABADAG”  Kita Akan Meraih Kemenangan . Dengan Memainkan Alat-alat Tradisional Seadanya . Dengan Hadiah Yang Menggiurkan senilai 10juta. 

Wau …….. Mantap………  

Mendengar Hadiah Semakin Membuat semangat Para Tim, Untuk Memenangkan Festifal Uklik Bojonegoro 2017. 

Pungpungan ,18 Juni 2017

Peserta Uklik Bojonegoro 2017

Telah dilaksanakan Rapat Teknikal Miting (TM) Dari Kantor Demokrat Bojonegoro Lokasi Jl.Veteran Utara Terminal Baru. Dan Telah di sepakati  Oleh Panitia Muda Mudi Demokrat Festifal Uklik Bojonegoro 2017,  Untuk Tim “PARABADAG” Dari Desa Pungpungan Mendapat Nomor Urut 29

Dan Malam Ini Juga Telah di sepakati Oleh Tim “PARABADAG” Lagu Yang Akan Di Nyanyikan Dalam Festifal Uklik Bojonegoro 2017, Setelah Beberapa Kali Mencoba Banyak lagu Yang masih Kurang cocok dengan Irama Uklik. 

Akirnya Telah  di temukan Lagu yang Dikenal Sebagai Lagu Anak-Anak yang Berjudul Tembang “LIR ILER” Yang Sesungguhnya Tembang Tersebut Penuh Dengan Makna  dan Sejarah di Pulau Jawa Di Negara indonesia.

Konon Dahulu Pencipta Tembang tersebut Adalah “Raden Sahid” Atau Yang di Kenal Dengan Nama “Sunan Kalijogo” Lahumul Fatihah……….  

Penyebar Agama Islam Di Pulau Jawa. Yang Tanpa Merubah Kebudayaan. 

Semoga Bisa Membawa Berkah Bagi Kami Tim “PARABADAG” Beserta Krunya, Dan Para Pembaca Amin YRA. 

Pungpungan,

Jumat-16/Juni/2017